Maaf, Tak Bisa Melupakan -
Tema Ngeblog Asyik Bareng KEB hari ini sepertinya ada hubungannya dengan tema kemarin, yaitu tentang kesehatan mental, merawat emosi dengan menulis.
Apakah memaafkan dan melupakan bisa juga dikelola dengan cara menulis?
Memaafkan dengan cara ditulis mungkin bisa, tapi melupakannya rasanya sulit. Kalau ditulis, bukannya terlupakan bisa jadi makin teringat karena akan abadi dalam tulisan.
Wallahualam bissawab.
Marah dan Maaf, Adakah Hubungannya?
Kata maaf berhubungan dengan kesalahan dan kesalahan biasanya menimbulkan kekecewaan bahkan kemarahan.
Marah merupakan perasaan normal yang melekat pada semua orang sama seperti rasa cemas, stres atau was-was. Hanya penyebabnya yang berbeda-beda, tetapi rasanya sama saja.
Saat marah, jantung berdetak, pikiran terkadang kurang rasional, dan beberapa kasus ada yang saat marah ia mengalami muntah, sakit kepala, dsb.
Intinya, rasa marah, baik dilampiaskan maupun dipendam sama buruknya dan berdampak pada kesehatan fisik dan psikis.
Sebab itulah tercipta kata maaf, dengan harapan, setelah ada maaf dan maaf diterima maka emosi bisa mereda.
Maka marah dan maaf sangat erat kaitannya dalam menjaga hati dan pikiran.
Memaafkan dan Dimaafkan
Memaafkan dan dimaafkan sumbernya sama yaitu hati, tetapi ada perbedaan signifkan antara keduanya. Ada orang yang sangat mudah minta maaf, ada pula yang sulit.
Ada yang mudah memaafkan, ada pula yang tidak. Tergantung kepribadian seseorang dan sedalam apa kesalahan yang dibuat.
Memaafkan adalah amaliah yang cukup berat. Mudah diucapkan, tetap sulit dilakukan apalagi jika kesalahan yang dibuat terlalu besar atau kesalahan yang terus berulang.
Kadangkala memberi maaf diasumsikan dengan kekalahan sehingga merasa sulit memaafkan. Ada yang berpikir, jika ia terus memendam kesalahan orang terhadapnya dan memelihara kemarahannya atau tidak memaafkan maka kemenangan berpihak kepadanya.
Kadang pula beranggapan dengan tidak memberi maaf, ia dapat menyembuhkan rasa sakit dan menghukum orang yang berbuat salah.
Namun, sesungguhnya itu menambah luka batin yang semakin dalam.
Bukankah manusia tidak pernah luput dari kesalahan?
Karena itulah, Islam mengajarkan manusia untuk saling memaafkan, tuntunan tersebut terdapat dalam Al Qur’an di beberapa surat, yaitu:
“Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.” An-Nisa : ayat 149.
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” Asy-Syura : ayat 40.
“Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” Asy-Syura: ayat 43.
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas angit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” Surat Ali Imran: ayat 133-134.
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” Al-A’raf : ayat 199.
Begitu pentingnya saling memaafkan sehingga Allah Subhanahu wataala memerintahkan hamba-Nya untuk saling memaafkan, diminta ataupun tidak. Sebagaimana sifat-Nya yang Maha Pengampun, Maha Memaafkan, Al Ghaffar.
Maka janganlah sungkan meminta maaf apalagi memaafkan karena sesungguhnya kamu justru mengalami kemenangan.
Manfaat Memaafkan
Memaafkan lalu melupakan kemarahan adalah hal yang sulit. Mudah diucapkan, tetapi sangat sulit dilakukan. Namun, memaafkan dan dimaafkan merupakan suatu kebutuhan.
Memaafkan bukan sekadar pengakuan atas kesalahan yang diperbuat, tetapi menjadikan kita sebagai orang yang memiliki hati yang lapang dan rendah hati sekaligus menambah rasa syukur karena masih diberi kesempatan memberi maaf apalagi dimaafkan.
Dr.Frederic Luskin menjelaskan dampak positif bagi kesehatan jika memiliki sifat pemaaf, yaitu pikiran menjadi lebih baik yang menimbulkan harapan, kesabaran, dan rasa percaya diri. Dapat pula mengurangi penderitaan, stres dan kemarahan serta menambah semangat hidup.
Sementara itu, Dr. Tyler VanderWeele, direktur Initiative on Health, Religion, and Spirituality di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menerangkan manfaat memaafkan, yaitu: mampu menurunkan kadar depresi dan kecemasan secara berkala, dan selanjutnya dapat meningkatkan kebahagiaan, harapan, kepuasan hidup dan harga diri.
Memaafkan Masih Sulit? Inilah Caranya
Kamu masih sulit memaafkan? Lakukanlah empat cara krusial berikut yang dipaparkan oleh Kabrina Rian Ferdiani agar proses mmemaafkan menjadi lebih mudah.
Pertama, sadarilah bahwa kita sedang tidak baik-baik saja, sadari bahwa emosi negative sedang berkecamuk dalam diri lalu cari tahu bagaimana menghadapi atau menghindarinya.
Kedua, ambil keputusan secara sadar untuk memaafkan dan tumbuhkan rasa maaf it uterus menerus.
Ketiga, hadirkan pikiran positif dalam diri, bahwa bisa jadi orang yang melakukan kesalahan tidak berniat menyakiti melainkan karena berada pada kondisi yang memaksanya melakukan semua itu.
Keempat, yakinkan diri bahwa jika memaafkan maka akan merasakan dampak positif dalam diri, seperti ketenangan dan kedamaian dalam jiwa.
Memaafkan dan Melupakan
Pernahkah kamu memaafkan seseorang yang telah berbuat salah, tetapi masih terngiang perbuatannya?
“Iya, saya maafkan, tapi tidak bisa melupakan perbuatanmu.”
Begitu kira-kira ucapan dan pikiran kita. Tidak mengapa, sebab memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang berbeda. Memaafkan adalah pekerjaan hati, sedangkan melupakan adalah pekerjaan memori.
Jadi, jika masih kepikiran akan perbuatan atau kesalahan orang terhadap diri, maka itu wajar dan manusiawi. Tidak mengapa, yang penting hati sudah memaafkan.
Langkah selanjutnya adalah mengajak orang yang meminta maaf itu untuk berbuat baik, seperti yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wataala
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” Al-A’raf : ayat 199.
Bagaimana caranya benar-benar memaafkan kesalahan seseorang dan naik level ke melupakan kesalahannya?
Cara ini tidak selalu bisa dilakukan, tetapi mengubah sudut pandang adalah lebih baik demi kesehatan mental kita.
- Yakinkan diri bahwa memaafkan bukan berarti kita lemah, melainkan kekuatan jiwa yang tidak semua orang mampu melakukannya.
- Jangan berharap lebih dan berpikiran bahwa orang yang dimaafkan akan berubah 180 derajat menjadi lebih baik. Biarkan saja, selama tidak mengulangi perbuatannya.
- Berhenti menceritakan perbuatan buruk orang yang telah melakukan kesalahan terhadap diri apalagi berusaha menjatuhkannya dan membalasnya.
Maka lihatlah, betapa diri ini berubah menjadi lebih baik.
Hakikat memaafkan adalah menjadikan diri bening, damai dan lebih cemerlang, seperti kata Tere Liye berikut ini.
Kata maaf tidak bisa mengembalikan yang telah pergi,
menghapus salah menjadi benar, yang rusak
seketika menjadi baik, tidak bisa.
Tapi kata maaf yang tulus dan ikhlas, melampaui ukuran itu semua,
melewati ukuran dunia.
Kata maaf, bisa menyiram hati menjadi lebih cemerlang,
bening, damai. Dan itulah hakikat memaafkan.
(Tere Liye)
#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Makassar, 24 Oktober 2023
Dawiah
Masya Allah adem bener bacanya, mak. Alm bapak dulu pernah bilang, mengalah belum tentu kalah, apalagi meemafkan, karena sebenarnya bukan dia yg menang, tetapi kita.
ReplyDeleteOrang tua sering kasih masukan tapi kita yang suka ngeyel. Sekarang giliran udah kitanya yg tua, baru terasa makna semuanya itu benar adanya ya
Deletekadang kita gampang memaafkan namun tidak melupakan, hati seperti belum benar2 memaafkan. padahal kalau kita melupakan, diri kita sendiri yang merasa lega dan bebas :D
ReplyDeleteTenang banget di hati kalau bisa memaafkan dan melupakan, ya. Ada hal-hal yang bisa mudah menerapkan ini, ada juga yang butuh seumur hidup untuk bisa
ReplyDeleteMemang butuh proses bagi seseorang utnuk dapat memaafkan orang lain. Kesalahan kecil sampai besar tak akan bisa terhapuskan begitu saja walaupun sudah lama sekali. Tetapi ada baiknya perlahan namun pasti kita bersihkan hati dengan tulus ikhlas memaafkan kesalahan orang yang telah menyakiti hati kita supaya barokah dan dapat ridha Allah untuk manjadikan kita lebih baik lagi aamiin.
ReplyDeleteMemaafkan memang nggak mudah tapi udah ada anjurannya ya mba di agama kita untuk memaafkan. Mau nggak mau harus memaafkan, ku masih sambil belajar ini. Makasih ya mba tulisannya jadi penguat
ReplyDeleteya semua butuh proses hingga mudah mengikhlaskan dan memaafkan, iya tidak mudah namun bukan berarti tidak mungkin
ReplyDeleteMeminta maaf dan memberi maaf, menurutku adalah dua hal yang sama-sama penting, terlihat mudah tapi kenyataannya tak selalu mudah tuk dilakukan. Terima kasih sharing nya ya..
ReplyDeleteJujur... aku pun kadang susah banget memaafkan, apalagi kalau kesalahannya tuh bikin hati jadi keinget teruskan. Tapi sebagai muslim kita harus tetap saling memaafkan walau kadang sulit ya mak.
ReplyDeleteTerkadang melupakan suka jadi lebih sulit daripada memaafkan. Biasanya kalau udah fatal, saya lebih memilih menjauh. Dimaafin, tapi udah gak mau deket lagi. Masih sulit melupakan.
ReplyDeleteMungkin memaafkan bisa dilakukan tapi melupakan tuh butuh waktu buat penyembuhan yak an buu. Setelah memaafkan memang rasanya lebih plong, membuang kebencian itu menimbulkan kedamaian. Tentu aja bisa meningkatkan kebahagiaan 😊
ReplyDeleteKadang, ada yang minta maaf karena pemanis aja. Memaafkan memang butuh waktu dan proses yang panjang. Sudah bisa maafin, ngelupainnya ini yang gak gampang
ReplyDeleteSaya termasuk yg mudah memaafkan tapi susah untuk melupakan. Bukan tidak ikhlas, tapi lebih ke jaga jaga sebagai pelajaran, supaya tidak kejadian kembali hal-hal yg menyakitkan bagi saya
ReplyDeleteMemaafkan, mudah diucapkan. Mungkin bisa bilang udah memaafkan tapi kalau keinget lagi rasanya masih ada perasaan nggak enak di hati, rasanya sulit untuk lupa. Sepertinya butuh waktu dan proses juga buat semua itu
ReplyDeleteMemaafkan itu hal susah dan pasti butuh waktu. Gpp sih kalau tak bisa melupakan, bener, karena itu dua hal yang berbeda. Zaman sekarang zaman org ngobrolin menatal health, sebaiknya menjauhi yg bikin sakit hati dan mendekati yang bikin bahagia aja hehehe.
ReplyDeleteMemaafkan dan melupakan bagi molly sih sulit bgt.. sampe sekarang kadang sakitnya masih berasa dan suka kepikiran juga. Padahal momennya terjadi pas kecil. :')
ReplyDeleteUntukku yang punya hati masih kerdil, terkadang masih sulit untuk memaafkan, terutama untuk kesalahan yang bikin nyeseek banget.
ReplyDeleteButuh waktu untuk memaafkan. Berlapang dafa menerima kenyataan bahwa semua sudah terjadi, ya sudah..
Memang ya, Bun, katanya memaafkan itu mudah tapi kenyataannya gak semudah itu ya hehehe... perlu hati yang ikhlas untuk memaafkan
ReplyDeleteNamanya manusia ya..
ReplyDeleteKadang bisa memaafkan, tapi mungkin ada juga yang masih sulit melupakan. Semoga seiring berjalannya waktu, luka tersebut bisa sembuh dan sepenuhnya memaafkan.
Dee_Arif
October 29, 2023 at 1:53 PMAku bisa memaafkan tapi sulit melupakan. Bagiku tidak melupakan membuat kita bisa berhati-hati untuk kedepannya
ReplyDeleteMasyaa Allah keren banget Mba bisa ikut challenge dari KEB. Memaafkan memang nggak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang selain tantangan memaafkan orang yg sudah menyakiti, tantangan juga untuk memaafkan diri sendiri. Meski butuh perjuangan semoga Allah mudahkan niat dan usaha kita.
ReplyDeleteAku tipekal orang yang bisa memaafkan, tapi sulit melupakan. Yang berkaitan sama hati itu memang sulit sih, apalagi kalau pernah dikecewakan.
ReplyDeletemakin dewasa aku makin menyadari, memaafkan itu bukan berarti kalah, meminta maaf juga bukan berarti salah. Maaf memaafkan punya makna lebih dari itu, selain itu juga untuk menyambung tali silaturahmi.
ReplyDeleteKadang memamaafkan itu agar bikin hati kita damai aja mba dan jadi pelajaran juga utk berhati2 sama orang tersebut gk akan lagi sama seperti yg dulu
ReplyDeleteJadi ingat ada teman yang marah banget pada saya di masa lalu, dia memaafkan tapi ngga bisa melupakan jadi hubungan kami putus hingga kini..sedih ya tapi itu keputusan dia..saya hargai Bun..
ReplyDeleteBenee banget. Kadang bisa memaafkan tapi tak mudah melupakan. Apalagi omongan nyelekit atau sindiran yang menyakitkan. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang pemaaf ya
ReplyDeleteMemaafkan dan meluoakan emang dua hal yang berbeda ya mak.. memaafkan mungkin ga mudah, tapi pelan pelan bisa dicoba yaaa. Kalo meluapkan mah kayanya hampir mustahil.. huhu
ReplyDelete